Daerah

Kolaborasi Karyawan Tambang dan Camat Pesanggaran Selamatkan Liburan Turis Italia di Pulau Merah

Kolaborasi Karyawan Tambang dan Camat Pesanggaran Selamatkan Liburan Turis Italia di Pulau Merah

BANYUWANGI – Sebuah aksi kepedulian lintas sektor patut dicatat sebagai cermin nyata kesiapan Banyuwangi dalam menyambut wisatawan mancanegara. Dua turis asal Italia, Felice dan Claudia, nyaris terlantar di kawasan Pantai Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, setelah kesulitan menemukan transportasi umum menuju pusat Kota Banyuwangi.

Kejadian tersebut bermula ketika pasangan wisatawan itu hendak mengakhiri masa liburan mereka di kawasan pesisir selatan tersebut. Namun, mereka gagal menjumpai Bus DAMRI jurusan Pesanggaran–Banyuwangi yang dinanti sejak pagi.

Hingga pukul 9 pagi, tidak ada satu pun kendaraan umum yang melintas, membuat kedua turis itu kebingungan di tengah terik matahari.

Beruntung, di tengah situasi genting itu, mereka bertemu dengan Indra Utama, seorang karyawan tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI).

Dengan kemampuan bahasa asing yang mumpuni, Indra berhasil menggali permasalahan yang dihadapi kedua bule tersebut. Tanpa menunggu lama, Indra segera mengoordinasikan upaya penyelamatan dengan Pemerintah Kecamatan Pesanggaran.

Camat Pesanggaran, Didik Eko Wahyudi, S.Pd., yang pada saat kejadian tengah menghadiri pelepasan kontingen Pramuka Banyuwangi untuk Jambore Nasional XII Jakarta 2026 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, langsung bergerak cepat.

Meski sedang bertugas di luar wilayah, Camat Didik menginstruksikan stafnya, Yoyok, untuk menggunakan mobil dinas kecamatan guna menjemput dan mengantarkan kedua turis tersebut ke Banyuwangi Kota.

“Kasihan, mereka sudah kepanasan sejak jam 8 atau jam 9 pagi menunggu bus yang tidak kunjung muncul. Sebagai bentuk pelayanan, kami tidak bisa tinggal diam,” ujar Didik kepada awak media, Senin (10/8/2026).

Camat Didik menegaskan bahwa aksi sosial dan kedaruratan pariwisata seperti ini bukan kali pertama dilakukan pihak kecamatan.

“Sebelumnya kami juga pernah mengantarkan wisatawan ke Rogojampi. Prinsip kami, karena mobil kecamatan ini untuk warga Pesanggaran, maka bisa dipakai untuk kebutuhan masyarakat ataupun wisatawan yang kebingungan mencari transportasi saat darurat,” tegasnya.

Berkat kolaborasi cepat antara sektor swasta dan pemerintah daerah tersebut, Felice dan Claudia akhirnya tersenyum lega. Mereka diantar langsung menuju tujuan di pusat Kota Banyuwangi tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Camat Didik berharap kedepan pihaknya bisa memiliki kendaraan khusus sebagai bentuk kehadiran dan pelayanan kepada wisatawan. Apalagi Kecamatan Pesanggaran memang kaya akan destinasi wisata unggulan, seperti Pantai Pulau Merah, Pantai Gumuk Kancil, Pantai Mustika, hinga Pulai Bedil yang merupakan Raja Ampatnya Banyuwangi.

Aksi nyata antara karyawan PT BSI dan Pemerintah Kecamatan Pesanggaran ini menjadi contoh konkret pentingnya sinergi dalam menjaga citra pariwisata daerah.

Keramahan dan kesigapan melayani menjadi pesan positif bahwa komitmen memperlakukan wisatawan dengan baik mampu memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi global yang ramah dan aman. (*)